Cara Memasukkan Jurnal Ke Sinta

Kali ini, kita mau ngobrol soal gimana cara memasukkan jurnal ke SINTA topik yang sering banget ditanyain, terutama sama mereka yang baru terjun ke dunia akademik.

Memahami cara mengunggah jurnal ke SINTA maupun ke database internasional sangat penting untuk dosen dan mahasiswa.

Terlebih lagi untuk dosen, yang memang punya kewajiban memublikasikan artikel ilmiah di jurnal.

Publikasi ini bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk menyebarkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, dosen diharapkan bisa memublikasikan artikelnya di jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.

Sekilas Tentang Jurnal Sinta 

Cara Memasukkan Jurnal Ke Sinta

Sebelum kita masuk lebih jauh ke pembahasan cara memasukkan jurnal ke SINTA, sebaiknya kita pahami dulu apa itu SINTA.

SINTA adalah singkatan dari Science and Technology Index, yaitu sebuah website atau platform yang memuat daftar jurnal-jurnal nasional yang sudah terakreditasi oleh ARJUNA.

Dengan kata lain, SINTA bisa dikatakan sebagai pusat data atau perpustakaan online untuk jurnal-jurnal nasional terakreditasi di Indonesia.

Baca Juga: Cara Mengatasi Artikel Tidak Muncul Di Sinta

Cara Memasukkan Jurnal Ke Sinta

Cara Memasukkan Jurnal Ke Sinta

1. Mendaftar Akun Sinta 

Pada tahap pertama, kalian perlu membuat akun di SINTA. Ini adalah langkah penting, terutama untuk para dosen.

Proses pendaftarannya cukup mudah. Kalian hanya perlu mengunjungi website resmi SINTA di https://sinta.kemdikbud.go.id/. Setelah itu, klik menu Registration yang ada di bagian atas.

Bagi kalian yang sudah punya akun, cukup masuk ke menu Author Login di halaman utama untuk langsung masuk ke akun masing-masing.

2. Mengisi Formulir Registrasi 

Langkah berikutnya adalah mengisi formulir registrasi akun. Pada formulir tersebut, kalian perlu melengkapi data sesuai ketentuan, seperti nama lengkap, ID Google Scholar, nomor KTP, ID Scopus, dan informasi lain yang diminta sesuai tampilan form.

3. Masukan ID Google Scholar 

Sebelum klik tombol “Registrasi”, pastikan dulu semua data sudah diisi lengkap dan benar.Kalau ada bagian.

Bagian ini wajib diisi karena nantinya akun SINTA kalian akan disinkronkan langsung dengan kedua database tersebut.

Pastikan kalian sudah punya akun di Google Scholar dan Scopus agar proses pendaftaran di SINTA lebih lancar dan cepat.

4. Pengecekan Kelengkapan Data 

Langkah selanjutnya, kamu bisa cek dulu semua data di formulir registrasi,  Sebelum menekan tombol “Registrasi”, pastikan semua data sudah diisi lengkap dan benar.

Kalau ada bagian, yang memang boleh dikosongkan sesuai petunjuk, baru dibiarkan kosong, Selain itu, jangan lupa cek validitas data, karena nanti pengelola SINTA akan melakukan verifikasi, 5, Proses Verifikasi 

Ini adalah tahap terakhir dari pendaftaran, yaitu verifikasi. Pada tahap ini, tim verifikator dari Sinta akan memeriksa data yang sudah dimasukkan.

Sebelum verifikasi dimulai, Sinta terlebih dahulu memastikan keabsahan data berdasarkan informasi yang sudah diisi oleh instruktur.

Oleh karena itu, pihak universitas biasanya akan memeriksa dan mencocokkan ID Anda, seperti Google Scholar, Scopus, NIDN, dan lainnya, Jika semua data terbukti asli dan valid, maka proses verifikasi akan selesai.

Setelah berhasil diverifikasi, status akun Sinta Anda akan berubah menjadi “Terverifikasi”. Proses ini biasanya memakan waktu beberapa hari, jadi Anda hanya perlu menunggu hingga tahap ini selesai.

6. Update Data Profil Dan Dokumen 

Setelah akun berhasil diverifikasi, langkah berikutnya adalah memperbarui data profil. Artinya, Anda bisa melengkapi data pribadi di akun Sinta yang sudah dibuat.

Jika semua data sudah lengkap, Anda juga bisa menentukan nama penulis jurnal yang akan dicantumkan saat publikasi di Sinta.

Pastikan Anda menggunakan nama dan data pribadi yang benar dan valid, agar lebih mudah dicari dan dikenali nantinya.

7. Tahap Sinkronisasi 

Langkah berikutnya, Anda bisa langsung melakukan sinkronisasi akun Sinta dengan akun Google Scholar dan Scopus milik Anda.

Setelah akun-akun tersebut terhubung, daftar jurnal yang sudah terbit di Scopus dan Google Scholar secara otomatis akan ditautkan ke profil Sinta Anda.8. Tahap Akreditasi 

8. Tahap Akreditasi

Tahap terakhir adalah proses indeks, dan bagian ini bisa langsung dikerjakan sendiri oleh dosen, Pada tahap ini, Anda perlu mengajukan akreditasi jurnal ke ARJUNA lewat laman resmi https://arjuna.kemdikbud.go.id/.

Kalau nilai akreditasi jurnal Anda di kisaran 70–85, maka jurnalnya akan masuk kategori Sinta 2 (akreditasi B),  Tapi, kalau nilainya lebih dari 85, jurnal Anda bisa mendapat akreditasi A dan masuk ke Sinta 1.

Benefit Publikasi Jurnal Sinta

Cara Memasukkan Jurnal Ke Sinta

1. Meningkatkan Reputasi Akademik

Salah satu keuntungan memublikasikan artikel ilmiah adalah bisa meningkatkan prestasi akademik seseorang.

Ketika artikel mereka terbit di jurnal-jurnal ternama, reputasi dan nama baik penulis akan semakin dikenal di kalangan akademisi.

Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah dikenal oleh peneliti lain dan lebih aktif terlibat dalam komunitas akademik.

Selain itu, publikasi artikel ilmiah juga bisa membuka peluang untuk mendapatkan penghargaan dan bantuan dana penelitian tambahan.

2. Meningkatkan Prospek Karir

Mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal juga bisa membuka peluang karier yang lebih baik di dunia akademik.

Semakin banyak artikel yang berhasil diterbitkan di jurnal bergengsi, semakin menarik profil seseorang di mata universitas dan lembaga penelitian.

Selain itu, publikasi artikel ilmiah bisa membantu memperbesar peluang untuk naik jabatan atau bahkan mendapatkan posisi sebagai dosen di perguruan tinggi yang lebih bergengsi.

3. Menyebarkan Pengetahuan Ilmiah

Dengan memublikasikan artikel ilmiah, penulis bisa membagikan pengetahuan dan hasil penelitiannya ke kalangan akademik.

Hal ini membuat peneliti lain bisa mempelajari, memanfaatkan, dan mengembangkan temuan tersebut dalam riset mereka sendiri, sehingga ikut mendorong kemajuan ilmu pengetahuan secara lebih luas.

4. Meningkatkan Citasi dan Pengakuan

Manfaat lain dari memublikasikan artikel ilmiah adalah bisa meningkatkan pengakuan dan jumlah sitasi untuk penulisnya.

Artikel yang terbit di jurnal bergengsi biasanya lebih banyak dijadikan referensi oleh peneliti lain, sehingga sering dikutip dalam karya mereka.

Dengan begitu, nama penulis lebih dikenal dan reputasinya di komunitas akademik pun semakin baik.

5. Meningkatkan Nilai Institusi Akademik

Selain bermanfaat untuk penulisnya, publikasi artikel ilmiah juga membawa keuntungan bagi institusi akademik..

Jika para peneliti berhasil memublikasikan hasil riset mereka di jurnal bergengsi, reputasi kampus atau lembaga tempat mereka bekerja akan ikut meningkat.

Dengan begitu, institusi akan lebih menarik di mata peneliti dan mahasiswa berprestasi, Selain itu, banyaknya publikasi berkualitas juga bisa membantu kampus memperbaiki peringkatnya di level global.

6. Memenuhi Persyaratan Publikasi

Beberapa perguruan tinggi dan lembaga riset mewajibkan penulis untuk memublikasikan artikel ilmiah sebagai salah satu syarat untuk lulus, meraih gelar, atau naik pangkat akademik.

Dengan begitu, publikasi jurnal bisa membantu penulis memenuhi persyaratan akademik dan lebih mudah mencapai tujuan mereka, baik untuk mendapatkan gelar maupun kenaikan jabatan.

7. Membangun Jejaring Akademik

Selain itu, memublikasikan artikel ilmiah juga bisa membantu penulis memperluas jaringan akademik mereka.

Dengan begitu, mereka bisa berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan peneliti lain di komunitas ilmiah.

Kolaborasi ini bisa memperkaya wawasan dan membantu mereka mencapai tujuan penelitian yang lebih besar.

8. Memperbaiki Kualitas Penelitian syarat

Mempublikasikan artikel di jurnal juga bisa membantu meningkatkan kualitas penelitian. Sebelum terbit, artikel akan melewati proses review dan evaluasi ketat.

Tahapan ini berguna untuk menemukan kekurangan dan kesalahan dalam penelitian, sekaligus memberi masukan agar lebih baik.

Dengan begitu, publikasi jurnal bisa membantu penulis memperbaiki kualitas riset dan menghasilkan penelitian yang lebih baik di masa mendatang.

9. Menyebarluaskan Penelitian Kepada Masyarakat Umum

Manfaat lain dari publikasi di jurnal Sinta adalah bisa menjangkau pembaca yang lebih luas, Artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal ternama sering kali menarik perhatian media dan bisa diakses oleh banyak orang.

Dengan begitu, para peneliti bisa membagikan hasil riset mereka ke masyarakat umum dan membantu meningkatkan pemahaman serta kesadaran tentang isu-isu penting dari penelitian tersebut.

10. Mendukung Pengambilan Keputusan

Manfaat lain dari publikasi di jurnal Sinta adalah bisa mendukung proses pengambilan keputusan.

Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal ternama bisa dijadikan acuan oleh pembuat keputusan di berbagai bidang, seperti kebijakan publik, bisnis, hingga kesehatan.

Dengan begitu, mereka bisa membuat keputusan yang lebih baik dan lebih berdasarkan data maupun fakta.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, cara memasukkan jurnal ke Sinta cukup mudah selama semua persyaratan sudah terpenuhi. Prosesnya dimulai dengan membuat akun Sinta, melengkapi profil, hingga memastikan data jurnal sudah benar dan sesuai ketentuan. Setelah semua tahap registrasi selesai, dosen bisa langsung melakukan sinkronisasi dan pengajuan jurnal untuk diverifikasi.


FAQ

Apa itu Sinta?

Sinta (Science and Technology Index) adalah portal indeksasi ilmiah di Indonesia untuk menilai kinerja dan publikasi para peneliti maupun institusi.

Apa syarat utama agar jurnal bisa dimasukkan ke Sinta?

Jurnal harus sudah memiliki ISSN, terbit secara berkala, dan dikelola sesuai ketentuan akreditasi jurnal nasional.

Bagaimana cara memulai proses memasukkan jurnal ke Sinta?

Langkah pertama adalah membuat akun di Sinta, melengkapi profil, dan memastikan data jurnal sudah sesuai. Setelah itu, Anda bisa langsung mengajukan jurnal untuk diverifikasi.