Cara membuat tinjauan pustaka adalah bagian yang paling sering dicari oleh penulis pemula.
Banyak penulis pemula merasa bahwa tinjauan pustaka hanya perlu mencantumkan penelitian orang lain satu demi satu.
Padahal, tinjauan pustaka yang baik tidak hanya berupa daftar ia adalah rangkuman yang menunjukkan kemampuan berpikirmu sebagai seorang peneliti.
Apa Itu Tinjauan Pustaka dan Cara Memahaminya
Tinjauan pustaka merupakan ringkasan yang lengkap mengenai penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya mengenai suatu topik tertentu.
Tinjauan sastra berasal dari atau bermula dari penelitian yang terkait.
Syaratnya, meninjau literatur harus merujuk, menjelaskan, merangkum, menyampaikan tujuan, dan memperjelas penelitian sebelumnya.
Selain itu, ini bisa diartikan sebagai pengecekan yang teliti dan mendalam terhadap penelitian sebelumnya.
Tinjauan bibliografi adalah bagian yang menjelaskan secara langsung mengenai topik tertentu.
Ulasan ini sangat membantu bagi orang-orang yang sedang memiliki waktu untuk mencari informasi terbatas.
Sebab itu, tinjauan pustaka memberikan gambaran mengenai penelitian serupa yang sudah Anda lakukan.
Selain penjelasan di atas, tinjauan pustaka juga berarti menegaskan batasan dalam penulisan ilmiah.
Secara umum, intisar dari tinjauan literatur terdapat pada kata kunci yang terdapat pada bagian ringkasan.
Untuk itu, perlu dilakukan penelitian dalam bidang sastra agar bisa menulis dan menyusun risalah ilmiah dengan baik.
Perbedaan Tinjauan Pustaka dan Daftar Pustaka
Ini kesalahpahaman yang sering terjadi di kalangan penulis pemula:
Bagian cerita dalam artikel yang membahas dan merangkum penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.
Daftar pustaka daftar resmi semua sumber yang dikutip, terdapat di bagian akhir artikel.
Keduanya berbeda fungsi dan posisinya dalam artikel.
Cara Membuat Tinjauan Pustaka yang Baik dan Benar
1. Cari Sumber yang Relevan dan Berkualitas
Gunakan database akademik yang dapat dipercaya seperti Google Scholar, Scopus, Web of Science, atau DOAJ.
Prioritaskan artikel dari jurnal yang terindeks dan diterbitkan dalam lima tahun terakhir.
Buat daftar kata kunci yang bisa dicari dan gabungkan agar hasilnya lebih lengkap dan menyeluruh.
2. Baca dan Catat Secara Sistematis
Jangan hanya membaca abstrak. Baca artikel secara lengkap dan tulis: pertanyaan penelitian, cara kerjanya, hasil terpenting, dan kekurangan penelitian tersebut.
Gunakan perangkat lunak manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero untuk mencatat dan mengatur sumber-sumber yang kamu gunakan.
3. Identifikasi Tema dan Pola
Setelah membaca banyak sumber, kamu akan mulai melihat pola penelitian yang sepakat, yang bertentangan, atau yang saling melengkapi.
Kelompokkan sumber sesuai dengan tema, bukan berdasarkan urutan waktu atau nama penulis.
4. Sintesis, Bukan Ringkasan
Ini perbedaan paling penting.
Tinjauan pustaka yang baik tidak hanya menyimpulkan setiap artikel secara terpisah, tetapi juga menggabungkannya membandingkan, mengontrol, dan menghubungkan hasil penelitian dari berbagai sumber.
Hindari: “Penelitian A menemukan X. Penelitian B menemukan Y. Penelitian C menemukan Z.”
Gunakan: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa X memiliki efek A dan B, meski C menemukan hasil yang berbeda dalam konteks Y, kemungkinan karena perbedaan cara penelitian yang digunakan.
5. Tunjukkan Gap dengan Tegas
Di akhir tinjauan pustaka, jelaskan secara jelas celah atau kekurangan yang akan diisi oleh penelitianmu.
Ini adalah hubungannya antara tinjauan yang sudah ada dan tujuan dari penelitian tersebut.
Struktur Tinjauan Pustaka
Ada dua cara mengorganisir tinjauan pustaka:
Tematik= diatur berdasarkan topik atau konsep (cara yang paling umum dan dianjurkan).
Kronologis= diurutkan sesuai dengan perkembangan penelitian seiring berjalannya waktu (cocok untuk bidang yang berkembang secara linear).
Kesimpulan
Tinjauan pustaka yang baik menunjukkan kemampuanmu sebagai seorang peneliti, bukan hanya sekadar koleksi buku yang dibaca.
Berikan cukup waktu untuk membaca, memahami, dan menulis bagian ini dengan baik peninjau tentu akan memperhatikannya.
FAQ
Apa perbedaan utama antara tinjauan pustaka dan daftar pustaka? Tinjauan pustaka adalah bagian naratif dalam tulisan yang merangkum, membandingkan, dan menganalisis penelitian terdahulu. Sementara itu, daftar pustaka adalah daftar rincian identitas sumber (penulis, tahun, judul, penerbit) yang dikutip dalam tulisan dan diletakkan di lembar paling akhir.
Mengapa tidak boleh sekadar menyusun tinjauan pustaka berdasarkan urutan nama penulis? Menyusun penulisan secara terpisah berdasarkan penulis hanya menghasilkan ringkasan pasif. Tinjauan pustaka yang baik membutuhkan sintesis: yaitu mengelompokkan riset berdasarkan tema, membandingkan hasilnya, serta menemukan persamaan dan perbedaannya.
Berapa batas tahun terbit sumber referensi yang ideal untuk tinjauan pustaka? Disarankan untuk memprioritaskan artikel jurnal atau literatur yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir agar data dan topik yang dibahas tetap relevan dengan perkembangan keilmuan mutakhir.
Apa yang dimaksud dengan research gap (celah penelitian) dalam tinjauan pustaka? Research gap adalah kekurangan, batasan, atau pertanyaan yang belum terjawab dari penelitian-penelitian sebelumnya. Tinjauan pustaka berfungsi menunjukkan celah ini sebagai alasan kuat mengapa penelitian Anda perlu dilakukan.
Sebaiknya saya menggunakan struktur tematik atau kronologis? Struktur tematik (berdasarkan topik/konsep) lebih dianjurkan karena memudahkan proses sintesis. Namun, struktur kronologis (berdasarkan urutan waktu) cocok digunakan jika Anda ingin menunjukkan perkembangan atau evolusi suatu teori dari masa ke masa.








