Cara menulis pendahuluan pada jurnal adalah hal yang wajib ada di dalam sebuah jurnal ilmiah.
Pendahuluan dalam jurnal bertujuan untuk menjelaskan latar belakang yang mendukung dan mengungkapkan permasalahan yang diteliti.
Apa Itu Pendahuluan Pada Jurnal?
Mengutip dari Katadata, dalam Skripsi Sarjana Kependidikan: Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif, cara membuat pendahuluan pada jurnal merupakan bagian dari artikel jurnal ilmiah yang menjelaskan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, serta latar belakang penelitian atau karya ilmiah tersebut.
Artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal memiliki struktur atau sistematika tertentu, dan isinya terbagi menjadi tiga bagian utama. Yaitu:
1. Bagian awal yang memuat unsur seperti judul, nama penulis, dan abstrak.
2. Bagian utama yang terdiri dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran.
3. Bagian terakhir atau bagian penutup berisi ucapan terima kasih, penjelasan tentang simbol yang digunakan, serta daftar referensi yang dipergunakan.
Sehingga, bagian pendahuluan merupakan bagian utama atau inti dari artikel ilmiah yang terbit di jurnal.
Selanjutnya berfungsi sebagai pengantar mengenai data penelitian, hasil penelitian, pembahasan, sampai pada saran dan kesimpulan.
Menurut salah satu artikel ilmiah yang terbit di jurnal JAMSI (Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia), bagian awal artikel ilmiah tersebut berisi pernyataan yang bersifat meyakinkan dan membawa argumen dari penulis.
Bagian ini adalah bagian pertama yang dibaca oleh pembaca, termasuk para reviewer jurnal.
Sehingga perlu dipastikan agar tulisan menarik perhatian dan mendorong pembaca untuk melanjutkan membaca bagian berikutnya.
Hal ini pasti membuat bagian pendahuluan menjadi lebih sulit untuk dibuat.
Karena jika tidak cukup baik, artikel ilmiah bisa membuat pembaca merasa tidak menarik.
Sementara itu, para reviewer bisa menilai artikel ilmiah sebagai kurang memenuhi syarat untuk diterbitkan.
Mengapa Menulis Pendahuluan Penting Pada Jurnal?
Pendahuluan adalah bagian paling krusial dalam artikel ilmiah karena berfungsi sebagai kesan pertama (first impression) bagi editor, reviewer, dan pembaca.
Alasan Utama Mengapa Pendahuluan Sangat Penting
1. Membangun Konteks dan Relevansi
Menjelaskan state of the art atau posisi penelitian Anda di antara literatur ilmiah yang sudah ada, sehingga pembaca memahami latar belakang masalah secara utuh.
2. Menunjukkan Kebaruan (Novelty)
Menegaskan celah pengetahuan (knowledge gap) yang belum terjawab oleh peneliti sebelumnya, sekaligus membuktikan bahwa penelitian Anda tidak sekadar mengulang (duplikasi).
3. Menjustifikasi Urgensi Penelitian:
Meyakinkan reviewer dan editor jurnal bahwa masalah yang diangkat penting untuk diselesaikan sekarang dan memiliki dampak teoretis maupun praktis.
4. Menentukan Kompas dan Batasan Penelitian:
Merumuskan pertanyaan, hipotesis, dan tujuan penelitian secara spesifik agar pembaca tahu persis arah dan batasan dari seluruh isi jurnal.
5. Memikat Pembaca (Hook):
Menarik minat akademisi lain untuk membaca naskah hingga selesai dan mengutip (cite) hasil penelitian Anda di masa depan.
Tanpa pendahuluan yang kuat, hasil dan pembahasan yang hebat sekalipun akan kehilangan nilainya karena pembaca tidak memahami mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan sejak awal.
Isi Bagian Pendahuluan Pada Jurnal
Artikel jurnal ilmiah yang baik pada bagian pendahuluan harus memberi tahu pembaca setidaknya 5 hal yang penting.
Mulai dari menjelaskan masalah yang diteliti, mengulas referensi terkait masalah tersebut, mengidentifikasi kelemahan penelitian sebelumnya berdasarkan referensi yang dikaji, menjelaskan pentingnya masalah yang diteliti, hingga menyebutkan tujuan dari penelitian yang dilakukan.
Supaya 5 informasi tersebut tertulis di bagian pendahuluan, berikut adalah isi dari pendahuluan (introduction):
1. Latar Belakang Penelitian
Bagian pertama yang berisi pendahuluan adalah penjelasan tentang latar belakang penelitian.
Pada bagian awal ini, penulis akan membahas topik atau masalah yang akan diteliti.
Kemudian juga menjelaskan mengapa masalah tersebut dipilih untuk diteliti.
Alasan yang disampaikan pasti harus berdasarkan pengetahuan, masuk akal, dan memiliki dasar yang kuat.
Bukan hanya ada alasan, seperti misalnya mengatakan topik itu diteliti karena wangsit dari mimpi, hanya karena tertarik tanpa alasan yang jelas, dan sebagainya.
2. Konteks Penelitian
Isi kedua di bagian pendahuluan adalah tentang konteks dari penelitian tersebut. Artinya, penulis menguraikan situasi serta cakupan penelitian yang telah dilakukan.
Misalnya, menjelaskan batasan masalah yang diteliti, tempat penelitian dilakukan, dan lain sebagainya. Sehingga menjelaskan ke mana fokus penelitian tersebut.
3. Urgensi Penelitian
Isi ketiga pada bagian pendahuluan artikel jurnal menjelaskan mengapa penelitian ini penting.
Yakni menjelaskan mengapa masalah yang diteliti penting untuk diteliti, mengapa harus segera diteliti agar solusinya dapat ditemukan, dan/atau seberapa besar dampaknya hingga harus segera diteliti.
4. Hasil Kajian Pustaka
Isi keempat pada bagian awal artikel jurnal ilmiah adalah hasil dari tinjauan pustaka.
Penulis pasti akan mencari referensi melalui membaca berbagai artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik yang diteliti.
Hasilnya dipaparkan di bagian ini.
Pada bagian ini, penulis mulai dengan menjelaskan berbagai teori yang menjadi dasar atau acuan dalam melakukan penelitian ini.
Contohnya melakukan penelitian dengan topik “Kecerdasan Buatan dalam Publikasi Ilmiah”.
Penulis harus mencari teori yang menjelaskan arti AI, publikasi ilmiah, dan hal-hal terkait lainnya.
Diikuti dengan menampilkan ringkasan hasil penelitian sebelumnya dan perkembangannya.
Kemudian menjelaskan kelemahan atau hal-hal yang belum diteliti dalam penelitian sebelumnya.
Baru setelah itu menjelaskan kebaruan atau hal yang baru dalam penelitian yang dilakukan.
5. Tujuan Penelitian
Isi terakhir di bagian pendahuluan artikel jurnal tersebut adalah penjelasan tentang tujuan dari penelitian tersebut.
Penulis akan menjelaskan tujuan dari penelitian yang telah dilakukan.
Biasanya ditulis singkat dan mudah dipahami, sekitar 1-2 kalimat.
Sebagai tambahan, meskipun bagian pengantar dalam artikel jurnal memiliki isi seperti yang terlihat di atas.
Namun, penyusunannya dalam bentuk paragraf.
Sehingga tidak dibagi menjadi bagian-bagian seperti pembukaan dalam skripsi, tesis, dan disertasi.
Kesimpulan
Cara menulis pendahuluan pada jurnal bukan hal yang sepele dalam pembuatan jurnal, Justru ini adalah point penting supaya pembaca bisa mengidentifikasi isi jurnal kita, kita juga harus memahami seberapa pentingnya pendahuluan, struktur dan cara pengerjaannya juga harus kita pahami, khususnya jika kita ingin mempublish nya di SINTA atau Scopus.
FAQ
1. Apa fungsi utama bagian pendahuluan dalam sebuah jurnal ilmiah?
Pendahuluan berfungsi untuk memberikan kesan pertama (first impression), menjelaskan latar belakang, membangun konteks, menunjukkan celah pengetahuan (research gap), serta menegaskan urgensi dan tujuan penelitian kepada editor, reviewer, dan pembaca.
2. Apakah struktur pendahuluan jurnal ilmiah sama dengan pendahuluan pada skripsi, tesis, atau disertasi?
Tidak. Pada skripsi, tesis, atau disertasi, pendahuluan biasanya dibagi ke dalam sub-bab terpisah (seperti 1.1 Latar Belakang, 1.2 Rumusan Masalah, dst.). Sedangkan pada jurnal ilmiah, pendahuluan ditulis menyatu dalam bentuk rangkaian paragraf yang mengalir tanpa sub-bab terpisah.
3. Apa saja 5 komponen wajib yang harus ada di dalam pendahuluan jurnal?
Latar belakang penelitian
Konteks dan batasan penelitian
Urgensi penelitian
Hasil kajian pustaka (state of the art dan kebaruan/novelty)
Tujuan penelitian
4. Mengapa pendahuluan yang lemah bisa menyebabkan jurnal ditolak reviewer?
Karena tanpa pendahuluan yang kuat, reviewer dan editor tidak bisa melihat pentingnya masalah yang diteliti, menilai apakah ada kebaruan (novelty), atau memahami alasan mengapa penelitian tersebut layak untuk dipublikasikan.
5. Berapa panjang ideal untuk penulisan tujuan penelitian di bagian akhir pendahuluan?
Tujuan penelitian dalam pendahuluan jurnal umumnya ditulis secara singkat, lugas, dan mudah dipahami, yaitu sekitar 1 hingga 2 kalimat di akhir paragraf pendahuluan.










