{"id":3792,"date":"2026-08-20T03:47:36","date_gmt":"2026-08-20T03:47:36","guid":{"rendered":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/?p=3792"},"modified":"2026-08-20T03:49:43","modified_gmt":"2026-08-20T03:49:43","slug":"cara-menulis-abstrak-pada-jurnal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/","title":{"rendered":"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><!--\n=====================================================================\nCATATAN UNTUK EDITOR (hapus komentar ini sebelum publish)\n\nTitle Tag (\u226460 char):\nCara Menulis Abstrak Jurnal yang Baik dan Benar + Contoh\n\nMeta Description (\u2264155 char):\nPanduan lengkap cara menulis abstrak jurnal: struktur, langkah demi\nlangkah, dan kesalahan yang wajib dihindari. Cocok untuk mahasiswa,\ndosen, dan peneliti.\n\nSlug disarankan: \/cara-menulis-abstrak-jurnal\/\n\nInternal link yang disisipkan (3, sudah diverifikasi ada di live site):\n1. \/cara-mengetahui-kualitas-jurnal\/\n2. \/5-tips-ampuh-menghindari-plagiarisme\/\n3. \/strategi-efektif-agar-jurnal-scopus-cepat-publish\/\n\nCTA WhatsApp di penutup masih placeholder \u2014 tinggal ganti dengan\nkomponen CTA yang sudah ada di media library BP (bukan link domain\npihak ketiga, sesuai catatan sebelumnya).\n=====================================================================\n--><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><script><br \/>\n{<br \/>\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",<br \/>\n  \"@type\": \"FAQPage\",<br \/>\n  \"mainEntity\": [<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Apa itu abstrak jurnal?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"Abstrak jurnal adalah ringkasan singkat dari sebuah artikel penelitian yang memuat latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Fungsinya membantu pembaca menilai relevansi naskah tanpa harus membaca keseluruhan isi.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Berapa jumlah kata ideal untuk abstrak jurnal?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"Sebagian besar jurnal mensyaratkan 150-250 kata, meski ada juga yang membatasi hingga 400 kata. Jumlah pastinya selalu mengikuti pedoman penulis dari jurnal tujuan, jadi cek dulu sebelum menulis.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Apa saja komponen wajib dalam abstrak jurnal?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"Lima komponen inti: latar belakang masalah, tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil utama, dan kesimpulan. Sebagian jurnal juga meminta 3-6 kata kunci di bagian akhir.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Kapan sebaiknya abstrak ditulis, di awal atau akhir?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"Idealnya abstrak ditulis paling akhir, setelah seluruh naskah rampung. Dengan begitu, ringkasan yang dibuat benar-benar mencerminkan isi final penelitian, bukan rencana awal yang mungkin berubah selama proses riset.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    }<br \/>\n  ]<br \/>\n}<br \/>\n<\/script><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abstrak sering dianggap bagian &#8220;pelengkap&#8221; yang ditulis buru-buru di menit-menit terakhir. Padahal, ini adalah bagian pertama kadang satu-satunya yang dibaca reviewer, editor, dan peneliti lain sebelum memutuskan apakah naskahmu layak dilanjutkan atau dilewati begitu saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini membahas cara menyusun abstrak jurnal yang padat, jelas, dan sesuai standar publikasi ilmiah, lengkap dengan langkah praktis dan kesalahan yang paling sering bikin naskah ditolak di tahap awal.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_87_1 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#Apa_Itu_Abstrak_Jurnal\" >Apa Itu Abstrak Jurnal?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#Ciri-Ciri_Abstrak_yang_Baik\" >Ciri-Ciri Abstrak yang Baik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#2_Jenis_Abstrak_Indikatif_vs_Informatif\" >2 Jenis Abstrak: Indikatif vs Informatif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#Contoh_Abstrak_Jurnal_Ilmiah\" >Contoh Abstrak Jurnal Ilmiah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#7_Langkah_Menulis_Abstrak_Jurnal\" >7 Langkah Menulis Abstrak Jurnal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#Kesalahan_yang_Paling_Sering_Bikin_Abstrak_Ditolak\" >Kesalahan yang Paling Sering Bikin Abstrak Ditolak<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#Kesimpulan\" >Kesimpulan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#FAQ\" >FAQ<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Abstrak_Jurnal\"><\/span>Apa Itu Abstrak Jurnal?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abstrak adalah ringkasan singkat yang memuat inti dari sebuah artikel penelitian: latar belakang masalah, tujuan, metode yang digunakan, hasil yang diperoleh, dan kesimpulan. Ditulis dalam satu paragraf padat, biasanya 150-250 kata, abstrak berfungsi sebagai &#8220;pintu masuk&#8221; pembaca menentukan dari sini apakah artikel penuh layak dibaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bagian akhir abstrak biasanya dicantumkan kata kunci (keywords), yaitu istilah-istilah yang mewakili topik penelitian dan memudahkan indeksasi di database jurnal. Misalnya, penelitian tentang pengaruh TikTok terhadap minat belanja bisa menggunakan kata kunci: TikTok, minat belanja, media sosial. Jumlahnya umumnya 3-6 kata, dan sebaiknya bukan kata yang sudah muncul di judul \u2014 supaya jangkauan pencarian artikelmu lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu hal yang sering luput: abstrak ditulis untuk dibaca berdiri sendiri. Artinya, seseorang yang belum pernah membaca naskah lengkapmu harus tetap paham inti penelitian hanya dari paragraf ini saja \u2014 tanpa perlu buka bab Pendahuluan atau Metode untuk mengerti konteksnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Abstrak_yang_Baik\"><\/span>Ciri-Ciri Abstrak yang Baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mewakili keseluruhan isi artikel, bukan hanya sebagian<\/li>\n\n\n\n<li>Ditulis dalam kalimat aktif dan langsung ke inti<\/li>\n\n\n\n<li>Bebas dari opini atau komentar pribadi penulis<\/li>\n\n\n\n<li>Panjangnya 150-400 kata, tergantung ketentuan jurnal tujuan<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak memuat kutipan, singkatan yang tidak dijelaskan, tabel, atau grafik<\/li>\n\n\n\n<li>Diakhiri dengan kata kunci untuk keperluan indeksasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Jenis_Abstrak_Indikatif_vs_Informatif\"><\/span>2 Jenis Abstrak: Indikatif vs Informatif<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Abstrak indikatif<\/strong> hanya memberi gambaran umum topik yang dibahas, tanpa memuat data atau hasil secara rinci. Biasanya dipakai saat naskah belum selesai tapi sudah harus disetor untuk keperluan seminar atau simposium.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Abstrak informatif<\/strong>  jenis yang paling umum dipakai jurnal ilmiah \u2014 memuat gambaran lengkap: tujuan, metode, hasil, sampai kesimpulan, sehingga pembaca bisa memahami esensi penelitian tanpa membaca naskah penuh. Hampir semua jurnal Sinta maupun Scopus mensyaratkan format ini, jadi kalau kamu ragu jenis mana yang diminta, pilih informatif sebagai default.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Abstrak_Jurnal_Ilmiah\"><\/span>Contoh Abstrak Jurnal Ilmiah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Supaya lebih konkret, berikut contoh abstrak informatif untuk penelitian di bidang sosial-media dan perilaku konsumen:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maraknya penggunaan TikTok Shop di kalangan mahasiswa mendorong pergeseran pola belanja daring, namun pengaruhnya terhadap minat beli belum banyak diteliti pada segmen usia 18-24 tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konten video pendek terhadap minat belanja mahasiswa di tiga universitas di Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan 150 responden, dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa durasi paparan konten dan tingkat kepercayaan terhadap penjual berpengaruh signifikan terhadap minat beli, dengan kontribusi sebesar 62%. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran berbasis video pendek perlu mempertimbangkan durasi optimal dan elemen kepercayaan untuk meningkatkan konversi. Kata kunci: TikTok Shop, minat belanja, konten video pendek, perilaku konsumen.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhatikan polanya: satu-dua kalimat per komponen, tidak ada kutipan, tidak ada tabel, dan kata kunci muncul di baris terakhir. Struktur sesederhana ini yang sebaiknya kamu tiru, tinggal disesuaikan dengan topik dan data penelitianmu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"background:#f7f8fa;border-left:4px solid #2563eb;border-radius:6px;padding:20px 24px;margin:28px 0;\">\n<p style=\"margin:0 0 12px 0;font-weight:700;font-size:16px;color:#1e293b;\">5 Komponen Wajib dalam Abstrak<\/p>\n<table style=\"width:100%;border-collapse:collapse;\">\n<tbody><tr>\n<td style=\"padding:6px 10px 6px 0;font-weight:700;color:#2563eb;width:28px;\">1<\/td>\n<td style=\"padding:6px 0;\"><strong>Latar Belakang<\/strong> \u2014 kenapa penelitian ini penting (1-2 kalimat)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding:6px 10px 6px 0;font-weight:700;color:#2563eb;\">2<\/td>\n<td style=\"padding:6px 0;\"><strong>Tujuan<\/strong> \u2014 fokus utama yang ingin dicapai (1 kalimat)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding:6px 10px 6px 0;font-weight:700;color:#2563eb;\">3<\/td>\n<td style=\"padding:6px 0;\"><strong>Metode<\/strong> \u2014 desain, subjek, dan teknik analisis (2-3 kalimat)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding:6px 10px 6px 0;font-weight:700;color:#2563eb;\">4<\/td>\n<td style=\"padding:6px 0;\"><strong>Hasil<\/strong> \u2014 temuan kunci dengan data pendukung (2-3 kalimat)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding:6px 10px 6px 0;font-weight:700;color:#2563eb;\">5<\/td>\n<td style=\"padding:6px 0;\"><strong>Kesimpulan<\/strong> \u2014 makna hasil dan implikasinya (1-2 kalimat)<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody><\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Langkah_Menulis_Abstrak_Jurnal\"><\/span>7 Langkah Menulis Abstrak Jurnal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Baca pedoman penulis jurnal tujuan.<\/strong> Setiap jurnal punya aturan berbeda soal format, batas kata, dan larangan (misalnya larangan singkatan atau data angka). Cek beberapa artikel terbaru dari jurnal tersebut sebagai acuan. Ini juga saat yang tepat untuk memastikan kamu sudah <a href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-mengetahui-kualitas-jurnal\/\">memilih jurnal yang kredibel dan sesuai bidang penelitianmu<\/a> \u2014 supaya effort menulis abstrak tidak sia-sia karena submit ke jurnal yang salah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Tandai poin-poin inti dari naskah lengkap.<\/strong> Tinjau ulang draf dari latar belakang sampai kesimpulan, catat apa yang jadi kebaruan (novelty) penelitianmu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Susun draf awal per bagian.<\/strong> Ikuti alokasi kalimat: latar belakang (1-2 kalimat), tujuan (1 kalimat), metode (2-3 kalimat), hasil (2-3 kalimat), kesimpulan (1-2 kalimat).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. Padatkan kalimat.<\/strong> Buang jargon berlebihan dan kalimat bertele-tele. Gunakan kalimat aktif (&#8220;Kami menganalisis&#8221; lebih baik dari &#8220;Analisis dilakukan&#8221;). Idealnya satu kalimat berisi 15-20 kata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. Cocokkan dengan isi naskah.<\/strong> Pastikan tidak ada data atau klaim di abstrak yang berbeda dari bab Hasil dan Pembahasan \u2014 ketidaksesuaian ini salah satu alasan paling umum reviewer menolak naskah di tahap awal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>6. Minta masukan orang lain.<\/strong> Rekan atau pembimbing biasanya lebih cepat menangkap kalimat ambigu yang kamu sendiri sudah terlalu terbiasa membacanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>7. Proofread terakhir.<\/strong> Cek ejaan dan tata bahasa. Membaca abstrak dengan suara keras cukup efektif untuk menangkap kalimat yang janggal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesalahan_yang_Paling_Sering_Bikin_Abstrak_Ditolak\"><\/span>Kesalahan yang Paling Sering Bikin Abstrak Ditolak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<div style=\"background:#fff7ed;border:1px solid #fdba74;border-radius:6px;padding:18px 22px;margin:24px 0;\">\n<ul style=\"margin:0;padding-left:20px;\">\n<li><strong>Terlalu detail<\/strong> \u2014 abstrak bukan tempat memindahkan seluruh bab Hasil, cukup temuan utamanya<\/li>\n<li><strong>Bahasa kabur<\/strong> \u2014 tulis &#8220;menurun 85%&#8221;, bukan &#8220;menurun secara signifikan&#8221;<\/li>\n<li><strong>Melebihi batas kata<\/strong> \u2014 beberapa jurnal langsung menolak otomatis tanpa direview jika kepanjangan<\/li>\n<li><strong>Menyertakan kutipan<\/strong> \u2014 abstrak harus berdiri sendiri, kecuali jurnal secara eksplisit mengizinkan<\/li>\n<li><strong>Klaim berlebihan<\/strong> \u2014 jangan menyimpulkan lebih jauh dari apa yang benar-benar didukung data<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian kesalahan di atas \u2014 terutama menyalin kalimat dari sumber lain tanpa parafrase yang tepat \u2014 bisa mengarah ke masalah yang lebih serius. Ada baiknya kamu juga pahami <a href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/5-tips-ampuh-menghindari-plagiarisme\/\">cara menghindari plagiarisme dalam penulisan ilmiah<\/a> sebelum naskah disubmit, karena kemiripan tinggi di abstrak sering jadi pemicu awal pemeriksaan similarity index oleh editor.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abstrak yang baik memuat lima elemen proporsional \u2014 latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan \u2014 ditutup kata kunci untuk indeksasi. Tulis abstrak paling akhir, setelah naskah lengkap rampung, supaya benar-benar mencerminkan isi final penelitianmu, bukan rencana awal yang mungkin sudah berubah di tengah proses riset.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau target publikasimu jurnal terindeks Scopus, abstrak yang kuat hanyalah satu bagian dari keseluruhan proses. Kamu bisa pelajari lebih lanjut <a href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/strategi-efektif-agar-jurnal-scopus-cepat-publish\/\">strategi supaya naskah lebih cepat tembus jurnal Scopus<\/a>, mulai dari pemilihan jurnal sampai proses review.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><!-- CTA_IMAGE: upload CTA.png ke Media Library BP dulu, lalu ganti src di bawah dengan URL asli dari BP (jangan hotlink dari domain lain) --><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter is-resized\"><a href=\"https:\/\/bit.ly\/AdminBriliant\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/publikasiindonesia.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/CTA-BIRU-IJL.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-72737\" style=\"aspect-ratio:5.537588493089111;width:432px;height:auto\"\/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"FAQ\"><\/span>FAQ<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa itu abstrak jurnal?<\/strong><br>\nRingkasan singkat dari sebuah artikel penelitian yang memuat latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Berapa jumlah kata ideal untuk abstrak jurnal?<\/strong><br>\nUmumnya 150-250 kata, meski ada jurnal yang membatasi hingga 400 kata. Selalu cek pedoman jurnal tujuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Apa saja komponen wajib dalam abstrak jurnal?<\/strong><br>\nLatar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan \u2014 ditutup 3-6 kata kunci.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kapan sebaiknya abstrak ditulis, di awal atau akhir?<\/strong><br>\nSebaiknya di akhir, setelah seluruh naskah selesai, supaya isinya konsisten dengan hasil final penelitian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abstrak sering dianggap bagian &#8220;pelengkap&#8221; yang ditulis buru-buru di menit-menit terakhir. Padahal, ini adalah bagian pertama kadang satu-satunya yang dibaca reviewer, editor, dan peneliti lain sebelum memutuskan apakah naskahmu layak dilanjutkan atau dilewati begitu saja. Artikel ini membahas cara menyusun abstrak jurnal yang padat, jelas, dan sesuai standar publikasi ilmiah, lengkap dengan langkah praktis dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3811,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[651],"tags":[673,672,674],"class_list":["post-3792","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tips","tag-abstrak-pada-jurnal","tag-cara-menulis-abstrak-pada-jurnal","tag-langkah-langkah-pembuatan-abstrak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh) - Brilliant Publisher<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara Menulis abstrak pada jurnal, hal-hal apa yg harus diterapkan dan apa saja yg harus disiapkan sebelum menulis abstrak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh) - Brilliant Publisher\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara Menulis abstrak pada jurnal, hal-hal apa yg harus diterapkan dan apa saja yg harus disiapkan sebelum menulis abstrak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Brilliant Publisher\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-20T03:47:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-20T03:49:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Picture-20.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1650\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1100\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin1\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin1\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin1\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/666c74fcfc66af7b9325a427f6040dae\"},\"headline\":\"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh)\",\"datePublished\":\"2026-08-20T03:47:36+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-20T03:49:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/\"},\"wordCount\":1027,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Picture-20.webp\",\"keywords\":[\"Abstrak pada jurnal\",\"Cara menulis abstrak pada jurnal\",\"Langkah langkah pembuatan abstrak\"],\"articleSection\":[\"Tips\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/\",\"name\":\"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh) - Brilliant Publisher\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Picture-20.webp\",\"datePublished\":\"2026-08-20T03:47:36+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-20T03:49:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/666c74fcfc66af7b9325a427f6040dae\"},\"description\":\"Cara Menulis abstrak pada jurnal, hal-hal apa yg harus diterapkan dan apa saja yg harus disiapkan sebelum menulis abstrak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Picture-20.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/Picture-20.webp\",\"width\":1650,\"height\":1100,\"caption\":\"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Brilliant Publisher\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/666c74fcfc66af7b9325a427f6040dae\",\"name\":\"admin1\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f29019e4a8169a1b18f865bf6e56a82f1922c2c5da9e16dfcdb2827311da02e2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f29019e4a8169a1b18f865bf6e56a82f1922c2c5da9e16dfcdb2827311da02e2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f29019e4a8169a1b18f865bf6e56a82f1922c2c5da9e16dfcdb2827311da02e2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin1\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/brilliantpublisher.com\\\/blog\\\/author\\\/admin1\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh) - Brilliant Publisher","description":"Cara Menulis abstrak pada jurnal, hal-hal apa yg harus diterapkan dan apa saja yg harus disiapkan sebelum menulis abstrak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh) - Brilliant Publisher","og_description":"Cara Menulis abstrak pada jurnal, hal-hal apa yg harus diterapkan dan apa saja yg harus disiapkan sebelum menulis abstrak.","og_url":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/","og_site_name":"Brilliant Publisher","article_published_time":"2026-08-20T03:47:36+00:00","article_modified_time":"2026-08-20T03:49:43+00:00","og_image":[{"width":1650,"height":1100,"url":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Picture-20.webp","type":"image\/webp"}],"author":"admin1","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"admin1","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/"},"author":{"name":"admin1","@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/#\/schema\/person\/666c74fcfc66af7b9325a427f6040dae"},"headline":"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh)","datePublished":"2026-08-20T03:47:36+00:00","dateModified":"2026-08-20T03:49:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/"},"wordCount":1027,"image":{"@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Picture-20.webp","keywords":["Abstrak pada jurnal","Cara menulis abstrak pada jurnal","Langkah langkah pembuatan abstrak"],"articleSection":["Tips"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/","url":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/","name":"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh) - Brilliant Publisher","isPartOf":{"@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Picture-20.webp","datePublished":"2026-08-20T03:47:36+00:00","dateModified":"2026-08-20T03:49:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/#\/schema\/person\/666c74fcfc66af7b9325a427f6040dae"},"description":"Cara Menulis abstrak pada jurnal, hal-hal apa yg harus diterapkan dan apa saja yg harus disiapkan sebelum menulis abstrak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#primaryimage","url":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Picture-20.webp","contentUrl":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Picture-20.webp","width":1650,"height":1100,"caption":"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/cara-menulis-abstrak-pada-jurnal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Menulis Abstrak pada Jurnal (Lengkap + Contoh)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/","name":"Brilliant Publisher","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/#\/schema\/person\/666c74fcfc66af7b9325a427f6040dae","name":"admin1","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f29019e4a8169a1b18f865bf6e56a82f1922c2c5da9e16dfcdb2827311da02e2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f29019e4a8169a1b18f865bf6e56a82f1922c2c5da9e16dfcdb2827311da02e2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f29019e4a8169a1b18f865bf6e56a82f1922c2c5da9e16dfcdb2827311da02e2?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin1"},"sameAs":["https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog"],"url":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/author\/admin1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3792"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3792\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3821,"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3792\/revisions\/3821"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/brilliantpublisher.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}